~Gadis Hujan~ (Chapter2)

Gadis hujan

Refleks dia meluruskan punggungnya, menelengkan kepalanya, matanya mengikuti gerakan si pemilik wajah yang ada diseberangnya itu. Kedua alisnya bertaut, sedikit ragu pada hasil penglihatannya. Mungkin hanya mirip. Deg… deg…deg… jantungnya tiba-tiba berdegub samar.

Continue reading “~Gadis Hujan~ (Chapter2)”

Iklan

~Gadis Hujan~ (Chapter 1)

Gadis hujanGerimis yang turun tidak membuatnya berlari ataupun mempercepat langkah. Dia tetap berjalan santai menuju pintu masuk sebuah mall. Tetes gerimis yang singgah di kepalanya berubah menjadi bulir kristal. Beberapa mata kaum hawa yang kebetulan berpapasan menatap kagum padanya.

Penampilannya memang keren, dengan tinggi 170 cm lebih dan rajin olah raga, tentu dia terlihat atletis. Apalagi darah campuran membentuk sebuah hidung mancung dan rahang yang kokoh di wajah ovalnya. Warna kulit coklat muda dan rambut hitamnya yang ikal membuatnya berhak mendapat nilai 9 (wuaaahh.. ini mah narsis..!!). Continue reading “~Gadis Hujan~ (Chapter 1)”

~Cinta Jingga~ (Chapter 4)

coverSudah hampir satu jam dia duduk menunggu. Menunggu seorang lelaki. Lelaki yang nyaris menjadi suami almarhum kakaknya. Lelaki yang selalu saja diidamkan bundanya untuk menjadi menantu. Lelaki yang 6 jam lalu mengucapkan akad nikah terhadapnya. Mengambil alih tanggung jawab atas dirinya. Lelaki yang…. Continue reading “~Cinta Jingga~ (Chapter 4)”

~Cinta Jingga~ (Chapter 3)

coverSaga membelokkan kemudi mobilnya ke arah gerbang perumahan yang sudah sangat dia hafal. Sejujurnya dia masih bingung, kenapa mama mengajaknya datang ke sini. Lebih heran lagi saat mama memberikan petunjuk arah lanjutan. Ini kan arah ke rumah Tante Irma. Dan itu artinya… Continue reading “~Cinta Jingga~ (Chapter 3)”

~Dua hati~ (Chapter 2)

[Guntur]

Dia… perempuan dalam sunyiku. Dia adalah rinai hujan yang selalu ku nanti.  Petrichor yang memberikan rasa damai. Serupa candu yang melenakan. Entah berapa ratus malam kuhabiskan hanya berteman rindu sekaligus sesal yang menghimpit dada. Ingin ku rengkuh, andai bisa. Membawanya hanya untukku.  Continue reading “~Dua hati~ (Chapter 2)”