Aku, April & Hujan

Adalah tentang bagaimana aku menggenggam rindu

Diantara bilah-bilah sajak yang sendu

Ingin kerengkuh, namun semu

Akan kulepaskan, tapi tak mampu

Mereka bilang, aku adalah wanita dalam himpitan asa

Dalam balur janji senja

Dalam ruang kosong hampa

Hujan.. iya.. hujan yang membekukan hatiku

Sampai tak pernah kurasa sakit meski kau membuatnya membiru.

Aku setia menantimu..

Dalam bilah-bilah sajak yang bisu

Aku tiada namun ada

Sedangkan, Engkau ada, nyatanya tiada

Aku menganggap kau adalah takdir

Mereka menganggapku pandir

Entah kau menganggapku apa.

Detik berlalu

Hari terlewat

Tahun berlari meninggalkan pertanyaan,

Masihkah aku menunggu cinta..?

Menunggumu sepertinya bukan lagi karena cinta,

Semuanya mungkin hanya karena..

Aku ingin dianggap setia.

~Medio April 2018, Saat Senja Hujan~

Iklan

~Gadis Hujan~ (Chapter2)

Gadis hujan

Refleks dia meluruskan punggungnya, menelengkan kepalanya, matanya mengikuti gerakan si pemilik wajah yang ada diseberangnya itu. Kedua alisnya bertaut, sedikit ragu pada hasil penglihatannya. Mungkin hanya mirip. Deg… deg…deg… jantungnya tiba-tiba berdegub samar.

Continue reading “~Gadis Hujan~ (Chapter2)”

~Gadis Hujan~ (Chapter 1)

Gadis hujanGerimis yang turun tidak membuatnya berlari ataupun mempercepat langkah. Dia tetap berjalan santai menuju pintu masuk sebuah mall. Tetes gerimis yang singgah di kepalanya berubah menjadi bulir kristal. Beberapa mata kaum hawa yang kebetulan berpapasan menatap kagum padanya.

Penampilannya memang keren, dengan tinggi 170 cm lebih dan rajin olah raga, tentu dia terlihat atletis. Apalagi darah campuran membentuk sebuah hidung mancung dan rahang yang kokoh di wajah ovalnya. Warna kulit coklat muda dan rambut hitamnya yang ikal membuatnya berhak mendapat nilai 9 (wuaaahh.. ini mah narsis..!!). Continue reading “~Gadis Hujan~ (Chapter 1)”

~Cinta Jingga~ (Chapter 4)

coverSudah hampir satu jam dia duduk menunggu. Menunggu seorang lelaki. Lelaki yang nyaris menjadi suami almarhum kakaknya. Lelaki yang selalu saja diidamkan bundanya untuk menjadi menantu. Lelaki yang 6 jam lalu mengucapkan akad nikah terhadapnya. Mengambil alih tanggung jawab atas dirinya. Lelaki yang…. Continue reading “~Cinta Jingga~ (Chapter 4)”

~Cinta Jingga~ (Chapter 3)

coverSaga membelokkan kemudi mobilnya ke arah gerbang perumahan yang sudah sangat dia hafal. Sejujurnya dia masih bingung, kenapa mama mengajaknya datang ke sini. Lebih heran lagi saat mama memberikan petunjuk arah lanjutan. Ini kan arah ke rumah Tante Irma. Dan itu artinya… Continue reading “~Cinta Jingga~ (Chapter 3)”